Jakarta,  Mahasiswa Program Magister Ilmu Komunikasi (MIK) BINUS University kembali menorehkan prestasi di kancah akademik internasional. Kali ini, karya ilmiah Cinta Attaya Khulwa berhasil dipublikasikan pada Asian Journal for Public Opinion Research, jurnal internasional terindeks Scopus Q2, bersama Amia Luthfia dan Muhamad Aras, sebagai bentuk kontribusi terhadap pengembangan kajian komunikasi digital di era media sosial. (ajpor.org)

Penelitian yang berjudul “Algorithm Awareness and User Motivation as Predictors of TikTok Engagement” ini mengangkat isu yang tengah hangat diperbincangkan: bagaimana algoritma platform digital memengaruhi perilaku pengguna, khususnya generasi muda.

Penelitian ini berangkat dari pesatnya pertumbuhan TikTok sebagai salah satu platform media sosial yang paling banyak digunakan oleh Generasi Z di Jakarta Selatan. Di tengah sistem rekomendasi konten yang semakin kompleks, penelitian ini mengkaji bagaimana motivasi pengguna serta kesadaran terhadap cara kerja algoritma (algorithm awareness) memengaruhi tingkat keterlibatan (engagement) pengguna saat berinteraksi dengan konten di TikTok. Penelitian tersebut menggunakan perspektif Uses and Gratifications Theory (UGT) untuk memahami alasan pengguna memanfaatkan media digital dalam memenuhi kebutuhan informasi, hiburan, interaksi sosial, maupun ekspresi diri. (ajpor.org)

Melalui survei terhadap 423 responden Generasi Z di Jakarta Selatan dan analisis menggunakan metode Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM), penelitian ini menemukan bahwa motivasi pengguna memiliki pengaruh positif terhadap perilaku engagement di TikTok. Namun, kesadaran pengguna terhadap mekanisme algoritma TikTok tidak secara langsung meningkatkan keterlibatan. Sebaliknya, tingkat kesadaran algoritmik yang lebih tinggi justru memperlemah hubungan antara motivasi dan engagement, menunjukkan bahwa pengguna yang lebih memahami cara kerja algoritma cenderung berinteraksi secara lebih kritis dan selektif dibandingkan secara spontan. (ajpor.org)

Temuan ini memperluas cakupan teori uses and gratifications ke ranah lingkungan digital yang digerakkan oleh algoritma, dengan memposisikan kesadaran algoritmik sebagai batas kognitif (cognitive boundary condition) dalam perilaku digital pengguna.

Secara praktis, penelitian ini menegaskan pentingnya literasi algoritma dalam memahami dinamika engagement, sekaligus menjadi masukan berharga bagi para praktisi platform digital dalam merancang strategi yang mendorong penggunaan yang lebih sadar dan intensional. Peneliti juga merekomendasikan agar riset selanjutnya menguji kerangka ini pada konteks yang lebih luas serta mengintegrasikan faktor psikologis maupun sosial lain untuk menjelaskan variasi engagement yang belum terungkap.(ajpor.org).

Pencapaian ini menjadi bukti nyata kualitas riset yang dihasilkan mahasiswa Program Magister Ilmu Komunikasi BINUS University, sekaligus mempertegas komitmen program studi dalam mendorong publikasi ilmiah bertaraf internasional. Keberhasilan menembus jurnal terindeks Scopus Q2 ini diharapkan dapat menginspirasi mahasiswa lain untuk terus menghasilkan karya ilmiah yang relevan dan berdampak, khususnya dalam mengkaji fenomena komunikasi digital yang terus berkembang di era algoritma.