Mahasiswa Magister Ilmu Komunikasi BINUS University Bedah Representasi Perempuan dalam Film Horor Indonesia, Publikasi Tembus Jurnal Q1
Jakarta – Mahasiswa Program Magister Ilmu Komunikasi (MIK) BINUS University kembali menorehkan prestasi di kancah akademik internasional. Kali ini, karya ilmiah Filzah Ramadhani Wijaya berhasil dipublikasikan pada Humanities and Social Sciences Communications, jurnal internasional bereputasi yang terindeks Scopus Q1. Artikel berjudul “Haunting Narratives: Female Entities and Gender Inequality in Indonesian Horror Films” tersebut ditulis bersama Virienia Puspita, Kenny Kenny, dan Benedict Owen Sedharta sebagai kontribusi terhadap pengembangan kajian komunikasi, media, dan representasi gender dalam perfilman Indonesia.
Penelitian yang berjudul “Haunting Narratives: Female Entities and Gender Inequality in Indonesian Horror Films” ini mengangkat isu representasi gender dalam sinema horor Indonesia, genre yang selama ini digemari luas namun jarang dikaji secara kritis dari sudut pandang kesetaraan gender. (Nature)
Membedah Ketimpangan Gender Lewat Sosok Hantu
Penelitian ini menelaah ketimpangan gender dalam film horor Indonesia dengan menggunakan kerangka Narrative Paradigm dari Walter Fisher, dengan fokus pada tiga film: Sewu Dino, Khanzab, dan Waktu Maghrib. Melalui analisis naratif terhadap ketiga film tersebut, penelitian ini mengungkap bagaimana pola representasi perempuan yang berulang justru melanggengkan narasi patriarkis di layar lebar. (Nature)
Perempuan: Antara Korban dan Sosok yang Ditakuti
Hasil analisis menunjukkan bahwa karakter perempuan dalam film-film horor tersebut kerap digambarkan dalam peran yang terbatas, baik sebagai korban yang tak berdaya maupun sebagai entitas gaib yang mengancam. Sosok-sosok seperti Sengarturih, Wewe Gombel, hingga Khanzab (roh yang merasuki tubuh manusia) dinilai turut menegaskan peran gender tradisional, dengan menempatkan perempuan sebagai sosok jahat (malevolent) atau sebaliknya, sebagai korban yang lemah.
Penggambaran semacam ini, menurut penelitian, memperkuat ketakutan berbasis gender dan kecemasan kultural di masyarakat, sekaligus mempertahankan narasi patriarkis yang mereduksi keleluasaan bertindak (agency) tokoh perempuan dalam cerita. (Nature)
Kontribusi bagi Wacana Gender dalam Sinema Indonesia
Melalui pembacaan kritis terhadap pola-pola representasi tersebut, penelitian ini memberikan kontribusi bagi wacana dinamika gender dalam perfilman horor Indonesia, sekaligus menyoroti implikasi sosialnya yang lebih luas. Studi ini menegaskan pentingnya membaca ulang narasi populer di layar lebar sebagai cerminan sekaligus pembentuk cara pandang masyarakat terhadap perempuan.
Pencapaian ini menjadi bukti kualitas riset yang dihasilkan mahasiswa Program Magister Ilmu Komunikasi BINUS University sekaligus mempertegas komitmen program studi dalam mendorong publikasi ilmiah bertaraf internasional. Keberhasilan menembus Humanities and Social Sciences Communications, jurnal terindeks Scopus Q1, diharapkan dapat menginspirasi mahasiswa lainnya untuk terus menghasilkan penelitian yang inovatif, kritis, dan memberikan kontribusi nyata bagi perkembangan ilmu komunikasi serta kajian media di tingkat global.
Comments :