Jakarta – Mahasiswa Program Magister Ilmu Komunikasi (MIK) BINUS University kembali menorehkan prestasi melalui publikasi karya ilmiah di jurnal internasional bereputasi. Kali ini, karya ilmiah Anastasia Cindy Marco berhasil diterbitkan dalam Journal of International Women’s Studies. Artikel berjudul “Swiping the Norms: Feminist Dating Apps and Indonesian Women’s Dating Scene Realities” tersebut ditulis bersama Virienia Puspita sebagai kontribusi terhadap pengembangan kajian komunikasi, gender, dan media digital. (vc.bridgew.edu)

Penelitian ini berfokus pada dinamika peran gender dari sudut pandang pengguna perempuan aplikasi kencan Bumble, yang dikenal sebagai salah satu platform kencan feminis dan telah menjadi salah satu aplikasi paling populer di Indonesia untuk bertemu calon pasangan. Melalui analisis perilaku, preferensi, dan pola interaksi penggunanya, studi ini mengungkap bagaimana norma gender dan budaya turut membentuk pengalaman berkencan di ranah digital.(vc.bridgew.edu)

Untuk menggali pemahaman yang lebih mendalam, Menggunakan pendekatan kualitatif, penelitian ini melibatkan 10 pengguna aplikasi kencan sebagai informan melalui wawancara mendalam. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan metode fenomenologi untuk mengeksplorasi pengalaman, persepsi, ekspektasi, serta tantangan yang dihadapi perempuan ketika menggunakan aplikasi kencan berbasis feminisme

Hasil penelitian menyingkap sejumlah pergeseran menarik dalam lanskap perkencanan di Indonesia. Fenomena seperti ghosting (menghilang tanpa penjelasan) dan relationshopping (memilah-milah pasangan layaknya berbelanja) muncul sebagai tantangan yang mencerminkan pergulatan antara keberanian mengambil kendali dan keraguan dalam mencari hubungan yang bermakna.

Bumble, di satu sisi, terbukti memberdayakan penggunanya  khususnya perempuan dengan memberikan kendali lebih besar dalam memulai interaksi. Namun di sisi lain, penelitian ini juga menyoroti kerapuhan yang menyertai kebebasan baru tersebut: bagaimana pengguna harus menyeimbangkan keberanian bertindak, tekanan ekspektasi sosial, dan kerentanan emosional yang muncul dalam prosesnya. (vc.bridgew.edu)

Temuan ini memperkaya pemahaman tentang evolusi dinamika perkencanan di Indonesia di tengah arus digitalisasi. Peneliti merekomendasikan agar riset selanjutnya turut mempertimbangkan keragaman identitas gender, orientasi seksual, rentang demografis, serta variasi regional yang lebih luas. Kajian berkelanjutan dinilai penting untuk terus memantau perkembangan aplikasi kencan dan dampaknya terhadap norma sosial di tengah kemajuan teknologi dan perubahan konteks sosial yang terus bergerak.

Pencapaian ini menjadi bukti kualitas riset yang dihasilkan mahasiswa Program Magister Ilmu Komunikasi BINUS University sekaligus mempertegas komitmen program studi dalam mendorong publikasi ilmiah bertaraf internasional. Keberhasilan publikasi pada Journal of International Women’s Studies diharapkan dapat menginspirasi bagi mahasiswa lain untuk terus menghasilkan riset yang kritis dan relevan dengan dinamika sosial masa kini.