Projek Branding: “OMAGAWE”

Brand “OMAGAWE Oleh Vincentius Dicko Marcello, Mahasiswa Master of Strategic Marketing Communication Program Studi Magister Ilmu Komunikasi-BINUS Graduate Program, Dosen Pembina: Dr. Muhammad Aras, S. Pd., M. Si. & Tim Pengajar

 Latar Belakang Project

Saat ini peran komunikasi dalam berbagai bidang sudah berkembang dengan pesat dan banyak perubahan serta penyesuaian di dalamnya. Perubahan ini tidak terlepas dalam hal komunikasi marketing ataupun dunia pemasaran. Dalam mengembangkan branding suatu produk misalkan, saat ini banyak dilakukan dengan memanfaatkan media sosial ataupun hal-hal dengan kreatifitas yang tinggi untuk menarik banyak minat dari penggunanya. Salah satu yang banyak digunakan adalah metode content marketing yang merupakan penggunaan media sosial sebagai sarana marketing dengan membuat konten. Menurut Evans (2008) mendefinisikan media sosial sebagai media komunikasi dimana orang-orang yang berpikiran sama terhubung dan berinteraksi satu sama lain untuk berbagi pengalaman hidup mereka. Media sosial adalah tentang komunikasi online, berbagi informasi dan ide melalui mode elektronik. Ini adalah integrasi teknologi, sosialisasi dan berbagi pemikiran melalui kata-kata atau alat bantu visual. Dalam media sosial cakupan komunikasi menjadi lebih luas dan tidak terbatas karena kita dapat bertemu dan berhubungan dengan semua orang bahkan dari seluruh dunia.

Di Indonesia sendiri penggunaan media sosial bisa dibilang sangat banyak dan bahkan sudah menjadi keseharian masyarakat. Banyaknya penggunaan media sosial ini menjadi lahan basah bagi kalangan penggiat industri kreatif untuk dapat menghasilkan suatu karya, sehingga banyak pula bermunculan berbagai macam agency seperti yang dahulu hanya sekedar digital agency untuk membuat periklanan konvensional dalam media televisi ataupun billboard namun saat ini sudah banyak bermunculan jenis baru seperti creative agency dan juga social media agency yang hanya fokus dalam pembuatan sosial media. Setiap jenis agency tentu berbeda peran yang dikerjakan, dan OMAGAWE dalam hal ini berperan sebagai creative agency. Banyaknya lahan untuk mengolah industri kreatif ini lah yang menjadi latar belakang utama didirikannya project ini dan bagaimana nantinya OMAGAWE dapat menjadi solusi bagi setiap produk atau apapun itu yang ingin bekerjasama dan berkarya bersama untuk membuat sesuatu yang meskipun tidak selalu murni karya namun juga seperti halnya pembuatan promosi.

 Tujuan Project

Dari latar belakang tersebut menjadikan OMAGAWE memiliki beberapa tujuan ynag menjadikannya sebagai creative agency berbeda dari yang lain. Tujuan pertama sudah pasti sebagai penyedia jasa mampu memberikan pelayanan yang terbaik dengan hasil yang sangat memuaskan bagi klien. Dengan hasil yang baik dan sangat memuaskan tentu dapat menjadi nilai tersendiri bagi OMAGAWE dalam bersaing dengan creative agency yang lain. Saat ini persaingan di industri ini dengan creative agency lain bisa dibilang dalam situasi yang lumayan tidak baik karena ada peperangan dalam hal harga yang tidak transparan dan di sisi pencari jasa banyak yang menginginkan jasa yang terjangkau harganya namun tidak sesuai denga napa yang ingin didapatkan, OMAGAWE ingin menjadi pemberi solusi dengan cara memberikan edukasi kepada orang – orang perihal bagaimana indsutri ini berjalan dan bagaimana industri ini memberikan dampak dengan sesame pelaku industri ini. Harapannya setiap klien yang bekerja sama nantinya dapat mengerti tentang bagaimana skema pengerjaan yang dijalani memang sudah semestinya dan tidak menimbulkan kerugian di kedua belah pihak, sehingga ekosistem industri ini di Indonesia nantinya bisa lebih baik lagi.

Selain itu dalam sisi lain tujuan project ini adalah menjadikan OMAGAWE sebagai media yang mampu memberikan dampak dalam membangun industri kreatif di Indonesia secara langsung melalui musik dan film. Hal tersebut menjadi tujuan karena ingin membantu membesarkan dan memperbaiki kekurangan yang saat ini ada di industri kreatif di Indonesia. Kedepannya OMAGAWE ingin memiliki peran sebagai record label yang dapat berkarya dalam bidang music ataupun film production yang dapat berkarya dengan membuat berbagai macam film. Dari situ ingin menegaskan bentuk bisnis OMAGAWE sebagai creative agency yaitu mampu membuat berbagai macam karya yang bukan hanya untuk keperluan bisnis klien namun juga karya yang dapat dinikmati banyak orang karena kreatifitasnya. Selain itu OMAGAWE juga ingin banyak bekerjasama dengann talenta – talenta Indonesia yang memang belum memiliki wadah untuk berkarya agar dapat berkarya bersama dan saling membuktikan serta membuat sebuah karya yang memang dinilai dan diakui oleh banyak orang.

Konsep Branding

Konsep bisnis creative agency sebetulnya saat ini sudah banyak dilakukan terlebih oleh orang – orang muda yang biasa terjun di industri kreatif. Konsep bisnis ini seperti melengkapi satu dengan yang lainnya. Seperti misalnya dalam proses pembuatan sebuah video iklan tentunya peran dari creative agency sangat besar seperti dalam pengkonsepan ide sampai eksekusi pasca produksi.

Beberapa orang yang terlibat dalam creative agency juga Sebagian adalah memang orang yang sudah terbiasa dengan industri kreatif ataupun sudah memiliki peran sebagai freelance. Dari situ lah muncul keinginan untuk bersama atau disebut secara collective membentuk sebuah creative agency. OMAGAWE juga terbentuk dengan cara yang sama , yang bisa dibilang juga terkena dampak dari ramainya ranah tersebut.

Dengan pengalaman dan kemampuan dari setiap individu didalam OMAGAWE maka bisnis ini bisa yakin dan akan dapat berjalan dengan lancar. OMAGAWE memiliki beberapa orang yang sudah ada background kreatif seperti director, editor ataupun Director of Photography. Dari situ OMAGAWE bisa memberikan nilai dan sebuah jaminan bahwa yang dikerjakan baik dan berkualitas.

OMAGAWE memiliki penjelasan yang biasa digunakan sebagai pengenal yaitu “is a creative agency that focuse on creative industry and exclusively music & film such as music video, event documentary and advertising.”. Dari situ terlihat beberapa poin jasa yang penting sebagai fokus utama pengerjaan jasa OMAGAWE. Sebagai penjelas, berikut ini adalah beberapa contoh portofolio yang sudah pernah dikerjakan berdasarkan jasa yang ditawarkan:

Contoh music video karya original dari OMAGAWE yaitu “Sejenak – Biru Baru (Bisindo Version)” yang merupakan lagu versi bisindo dari duo Biru Baru. Video ini sudah tayang di akun YouTube OMAGAWE dan sampai saat ini sudah ditonton sampai sekitar 2,500 penonton. Vlog video yang dikerjakan OMAGAWE adalah vlog milik Rizky Febian pada momen 17 Agustus 2020 lalu. Video ini ditayangkan untuk kebutuhan di akun pribadi Rizky Febian dan OMAGAWE melakukan pengerjaan editingnya.

  1. Social Media Management. Pada pengerjaan jasa social media management OMAGAWE pernah mengerjakan untuk pembuatan momen imlek dan valentine beberapa waktu yang lalu untuk hampers kue dan kopi dari Schocola.id X Diisikopi.
  2. Advertisement Video. Hasil karya terbaru OMAGAWE belum lama ini, sebuah advertisement video berupa video iklan perumahan dan juga beberapa video konten untuk menunjang iklan perumahan di daerah Jatiasih beranama Pinewood Topaz Regency.

OBJECT BRANDING

Elements of Branding

OMAGAWE menggunakan elements of branding untuk memperkuat brand ini dalam menjalankan bisnisnya. Hal ini dilakukan agar OMAGAWE dapat memiliki branding yang kuat dan dapat dikenal luas di masyarakat. Dalam penjelasannya sendiri elements of branding terdiri dari brand identity, brand image, brand positioning, brand personality, brand equity, brand experience, brand differentiation, brand communication, brand gap, brand association. Berikut ini adalah beberapa elements of branding yang digunakan OMAGAWE.

Brand Identity

Sebagai identitasnya, OMAGAWE memiliki beberapa hal yaitu  visual, tujuan, slogan dan services. Secara visual pada gambar dibawah ini, OMAGAWE menggunakan warna orange sebagai logonya dan dengan font yang tegas dan jelas melambangkan kerapihan dan memiliki kekuatan yang besar. Kemudian dalam brand guidline menggunakan color palette tiga macam warna yaitu orange,hitam dan putih, tiga warna tersebut dipakai karena menggambarkan ketegasan namun tetap sederhana serta enak dipandang seperti tidak terlalu ramai atau menyerang mata. Dari visual tersebut diharapkan mampu membangun brand identity yang kuat.

Dengan brand identity ini, OMAGAWE memiliki brand guideline berupa 3 logo berwarna oranye, hitam dan putih dengan ketentuan sebagai berikut ini:

Gambar 1. Brand Identity

Kemudian dalam tujuan, seperti sudah dijelaskan diatas bahwa secara tujuan umum OMAGAWE ingin menjadi creative agency yang mampu menjadi wadah bagi penggiat industri kreatif di Indonesia karena OMAGAWE memiliki semangat untuk tidak hanya memberikan jasa yang baik saja namun juga ingin berkarya dengan sepenuh hati dan menunjukkan bahwa banyak hal yang bisa diberikan dalam bentuk kreatifitas. Lalu tujuan dari sisi menjalankan diri sebagai crative agency tentunya juga ingin memberikan jasa pengerjaan video iklan, sosial media menejemen, desain grafis yang berkualitas dan dapat dipercaya banyak klien untuk bekerjasama.

Dengan tujuan yang ingin menjadi wadah bagi penggiat industri kreatif maka OMAGAWE memiliki sebuah slogan yang menjadi bagian dari brand identity yaitu “Reveal creative things for Indonesia through music & film”, slogan ini diharapkan dapat menjadi penanda dan penguat tujuan OMAGAWE. Sebagai bentuk aksi dari slogan ini adalah OMAGAWE memberikan konten sebagai media musik dan film Indonesia, dimana banyak mengangkat karya – karya baru dari berbagai macam daerah di Indonesia agar dapat bertumbuh dan berkembang di ekosistem industri kreatif Indonesia nantinya.

Services atau jasa yang diberikan OMAGAWE menjadikan sebuah identitas yang penting karena dapat menjadi bagian penjelas dalam ranah apa OMAGAWE berjalan. Maka dari itu jasa yang ditawarkan adalah pembuatan music video, advertisement, social media management, website, event documentary dan photography. Dari berbagai macam pilihan jasa yang ditawarkan tersebut dapat dilihat bagaimana arah dari OMAGAWE sebagai creative agency.

Brand Image

Menurut Kotler dan Keller (2009) brand image adalah sejumlah keyakinan, ide, dan kesan yang dipegang oleh seseorang tentang sebuah objek. Dalam awal pengembangan OMAGAWE karena belum memiliki pelanggan maka dicoba untuk membentuk brand image sendiri terlebih dahulu yaitu melalu pembuatan media sosial Instagram. Media sosial Instagram ini juga menjadi alat untuk mengembangkan tujuan lain dari OMAGAWE yaitu sebagai media.

Brand image dalam media sosial ini dengan memberikan berbagai macam konten menarik yang tentunya membahas perihal music atau film dalam negeri. Konten yang diberikan bermacam – macam seperti informasi music, informasi film, chart lagu, dll. Kedepannya pun konten ini akan lebih beragam dan di upload secara berkala. Contoh dari beberapa konten di media sosial OMAGAWE adalah sebagai berikut:

  1. Konten Info Musik

Gambar 2. Konten Info Musik

Konten Info Musik adalah konten informasi berbagai hal tentang musik Indonesia. Informasi ini dapat berupa rilisan musik, berita tentang musisi, konser, dll. Konten ini di unggah setiap hari dan tidak terbatas jumlah unggahan per-hari karena ingin memberikan informasi yang uptodate.

  1. Konten Info Film

Gambar 3. Konten Info Film

Konten Info Film mirip seperti konten Info Musik, namun hal yang dibahas disini adalah film Indonesia. Informasi yang diberikan antara lain rilisan film baru, berita tentang aktris ataupun aktor, ajang penghargaam, dll. Konten ini juga di unggah setiap hari agar dapat memberikan berita yang uptodate.

  1. Konten Rilisan Minggu Ini

Gambar 3.1 4 Konten Rilisan Minggu Ini

Konten Rilisan Minggu Ini adalah informasi tentang lagu dari berbagai musisi Indonesia yang baru saja. Konten ini di unggah pada hari jumat di setiap minggu dengan kumpulan lagu yang baru rilis dengan kurun waktu seminggu sebelumnya. Konsep dari konten ini adalah menampilkan gambar dari musisinya, artwork album atau lagu musisi tersebut dan disertai info pencipta dan produser lagu atau album tersebut. Biasanya musisi yang masuk dalam Rilisan Minggu Ini berisi 5 musisi dari berbagai jenis musik.

  1. Konten Tangga Lagu a Chart by OMAGAWE

Gambar 3.1 5 Konten Tangga Lagu a Chart by OMAGAWE

Pada konten ini OMAGAWE coba memberikan sebuah kumpulan lagu yang dikurasi oleh redaksi dan diberi urutan. Konten ini berupa urutan lagu yang di unggah pada laman Instagram, namun juga dapat didengarkan di playlist Spotify OMAGAWE. Konten ini akan diperbaharui setiap bulannya agar ada perubahan urutan. Kedepannya akan dicoba system voting dengan pengikut Instagram untuk menentukan urutan dari chart ini.

Brand Value

Menurut Seth Godin yang dikutip dari Forbes (2015) brand value adalah nilai total dari berapa banyak orang rela membayar lebih, atau seberapa sering mereka memilih, harapan, ingatan, cerita dan hubungan terhadap satu merek dibandingkan merek yang lainnya. Dari situ OMAGAWE ingin memberikan kepada klien bahwa OMAGAWE adalah creative agency yang modern dengan memiliki wajah sebagai media di media sosial sehingga memiliki valuasi yang tinggi karena nantinya dapat dikenal banyak orang. Kemudian dari segmen pasar industri kreatif, OMAGAWE yang berfokus pada dunia music atau film sehingga dapat memberikan jasa seperti misalnya pembuatan music video, recording lagu maka pasar dari OMAGAWE sangat besar karena itu adalah ladang yang besar di Indonesia. Dari dua value itu maka secara tidak langsung valuasi yang ada di persepsi klien cukup besar.

Brand Experience

Menurut Yohanes (2014) brand experience adalah sensasi, perasaan, kognisi dan tanggapan konsumen yang ditimbulkan oleh merek, terkait rangsangan yang ditimbulkan oleh desain merek, identitas merek, komunikasi pemasaran, orang dan lingkungan dimana merek tersebut dipasarkan. Dari pengertian tersebut brand experience OMAGAWE adalah sebagai berikut:

  1. Sensorik

Hasil karya OMAGAWE dapat memberikan pengalaman visual yang berbeda dari yang lain.

  1. Afeksi

OMAGAWE memberikan rasa bangga pada klien dan penambahan informasi terhadap siapapun.

  1. Behavioral

OMAGAWE dapat menjadi sebuah kebiasaan baru sebagai sebuah portal media yang disaksikan setiap hari.

  1. Intelektual

OMAGAWE akan memberikan edukasi terhadap industri kreatif Indonesia.

Target Market

Menurut Keegan (1996) target pasar adalah tindakan mengevaluasi dan membandingkan kelompok yang diidentifikasi dan kemudian memilih satu atau beberapa di antaranya sebagai calon dengan potensi yang paling besar. Sedangkan menurut Cravens (1996) target pasar, merupakan proses pengevaluasian dan pemilihan setiap segmen yang akan dilayani oleh perusahaan.

Menurut Keegan (1996) tiga kriteria dasar untuk menilai peluang di pasar target global serupa dengan menetapkan sasaran di satu negara yaitu:

  1. Besarnya Segmen Yang Ada dan Potensi Pertumbuhan
  2. Persaingan Potensial
  3. Kecocokan dan Kelayakan

Berdasarkan pengertian diatas, OMAGAWE membentuk beberapa target pasar yang sudah disesuaikan dengan tujuan dan juga sasaran pasar yang tepat. Target pasar OMAGAWE adalah sebagai berikut:

  1. Kawula Muda

Kawula muda disini diartikan sebagai kalangan usia muda dengan rentan umur 21 – 35 tahun yang mungkin sudah memiliki pekerjaan sendiri namun bukan dalam industri kreatif dan mengikuti OMAGAWE untuk memenuhi kebutuhan informasi tentang dunia kreatif.

  1. Brand

Perusahaan ataupun sebuah brand yang dapat menjadi klien untuk bekerjasama dengan salah satu pilihan jasa OMAGAWE seperti pembuatan advertisement perusahaan tersebut.

  1. Musisi

Untuk memenuhi sebagai media ataupun creative agency yang aktif di industri music, maka musisi adalah target pasar OMAGAWE untuk beberapa pilihan jasa seperti pembuatan music video, recording, dll.

  1. Film Maker

Selain musik, film juga menjadi tujuan lain untuk pengembangan industri kreatif di Indonesia bagi OMAGAWE, maka film maker ataupun film enthusiast menjadi target pasar yang menjanjikan.

 Tools / Media Marketing

Creative agency sebetulnya cukup sulit untuk melakukan pemasaran, karena dalam hal ini tidak bisa semua tipe jasa ataupun harga dapat dipublikasikan secara langsung. Promosi yang banyak dilakukan sebenarnnya masih dari mulut ke mulut ataupun seperti rekomendasi antar klien. Hal ini dikarenakan harga yang ditwarkan bisa saja berbeda untuk setiap klien sehingga untuk menghindari perbedaan tersebut maka tidak dilakukan promosi yang terbuka.

Marketing tools adalah alat yang digunakan oleh perusahaan atau bisnis untuk mengembangkan porduk dan layanan mereka. Sebagian besar bisnis menggunakan beberapa marketing tools yang berbeda, seperti periklanan, direct mail, dan riset pasar yang bertujuan untuk meningkatkan penjualan (Kotler, 2008). Banyaknya pilihan untuk melakukan promosi tersebut, OMAGAWE tidak menggunakan semuanya namun ada beberapa yang dipilih untuk digunakan.

OMAGAWE juga melihat perkembangan jaman sosial media di kalangan anak muda, seperti melihat apa saja yang sedang ramai diperbincangkan, apa saja yang sedang banyak disukai, dll. Dari hasil pengamatan tersebut maka media promosi OMAGAWE adalah sosial media Instagram yang juga sebagai media. Dengan bergerak sebagai media tentunya sosial media Instagram OMAGAWE menjadi alat promosi juga. Konten media yang memang menyajikan informasi yang dapat mengundang banyak orang tentunya menjadi alat promosi yang menarik selain juga menjalankan lini bisnisnya.

Selain media sosial Instagram. OMAGAWE juga menggunakan media sosial YouTube sebagai media promosinya. Nantinya akan banyak konten yang di unggah di media sosial YouTube OMAGAWE. Konten yang di produksi berupa konten hiburan ataupun edukasi yang berkaitan dengan dunia kreatif di Indonesia. Konten – konten tersebut diharpkan dapat menarik banyak penonton dan juga pengikut baru untuk OMAGAWE karena melihat kontennya yang bagus dan berkualitas serta berbeda dari yang lain.

Kesimpulan. Dalam makalah ini dapat memberikan pengetahuan perihal pengembangan sebuah brand. Makalah ini juga menjadikan bahan pembelajaran yang baik bagi OMAGAWE dalam mengembangkan bisnisnya. Semua penjelasan dalam makalah ini adalah benar adanya sehingga semua sudah seperti bagaimana OMAGAWE saat ini berjalan. Makalah ini memberikan hal – hal yang dapat menjadi pembelajaran bagi dunia pengetahuan perihal branding dan juga dunia bisnis bagi yang ingin mengembangkan bisnis baru. Dibuatnya makalah ini adalah untuk menyelesaikan mata kuliah branding in strategic communication.

DAFTAR REFERENSI

Brakus, J.J.Schmit. et al. (2009). Brand experience: what is it? How is it meassured? does it affect loyalty?. Journal of Marketing, Vol.73, No.2, pp.

Cravens, D.W. (1997). Strategic Marketing. Richard D. Irwin,Inc.

Evans, D. (2008). Social Media Marketing. An Hour A Day. Indianapolis: Wiley Publishing

Kartajaya Hermawan. (2002). Mark Plus On Strategy. Jakarta; Gramedia.

Keegan Warren J. (1996). Manajemen Pemasaran Global. Jilid 1. Alih Bahasa, oleh Alexander Sindoro. Prenhallindo, Jakarta

Kotler, Philip dan Kevin Keller. (2009). Manajemen Pemasaran. Jilid 1. Edisi ke 13. Diterjemahkan oleh Bob Sabran. Jakarta: Erlangga.

Kusi, S. Y., Gabrielsson, P., & Kontkanen, M. (2021). Developing brand identities for international new ventures under uncertainty: Decision-making logics and psychic distance. International Business Review.

Kotler, Philip; Armstrong, Garry. (2008). Prinsip-prinsip Pemasaran. Jilid 1. Erlangga, Jakarta.

Li, F. (2020). The digital transformation of business models in the creative industries: A holistic framework and emerging trends. Technovation.

Rangkuti, F. (2001). Analisis SWOT Teknik Membedah Kasus Bisnis. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.

Steve Olenski. (2015). https://www.forbes.com/sites/steveolenski/2015/09/15/brand-value-what-it-means-finally-and-how-to-control-it/?sh=447eadf013b2. 28 May 2021