Projek Branding: “Fun And Learning Station”

Brand “Fun And Learning Station” Oleh Joshua Hezekiah, Mahasiswa Master of Strategic Marketing Communication Program Studi Magister Ilmu Komunikasi-BINUS Graduate Program, Dosen Pembina: Dr. Muhammad Aras, S. Pd., M. Si. & Tim Pengajar

Latar Belakang

Dalam kehidupan manusia, terdapat beberapa kebutuhan yang menjadi kebutuhan primer dalam hidupnya yaitu sandang, pangan dan papan. Saat ini pendidikan menjadi kebutuhan manusia yang telah menjadi kebutuhan primer bagi bangsa suatu negara. Pendidikan adalah salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, sehingga manusia mempunyai pengetahuan, ketrampilan dan keahlian khusus dalam dirinya yang dapat meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia melalui proses belajar. Kegiatan belajar merupakan proses dari pendidikan untuk menjadi lebih baik dan berkualitas. Proses belajar tidak hanya dapat dilakukan melalui pendidikan formal, tetapi juga melalui pendidikan non formal.

Proses belajar mengajar hampir diseluruh dunia terlebih di Indonesia sempat terhambat beberapa saat dikarenakan adanya pandemi Covid-19 yang terjadi. Pembelajaran sekolah formal yang dilakukan oleh tatap muka diharuskan berubah menjadi pembelajaran jarak jauh menggunakan aplikasi zoom ataupun google meet untuk bertatap muka secara online antara guru dan murid. Perubahan ini menimbulkan keterbatasan terhadap guru dan juga murid dalam menyampaikan dan menerima ilmu yang disampaikan. Dengan keterbatasan ruang dan waktu dipendidikan formal terlebih keterbatasan orang tua murid untuk mendampingi anak-anaknya dalam proses belajar membuat sebagian besar orang tua murid merasa khawatir terhadap pendidikan yang didapatkan oleh anak-anak. Hal ini membuka peluang untuk tenaga pengajar informal untuk menjadi tenaga pengajar baik dalam bentuk private maupun tutor sebagai pengajar  di luar sekolah formal bagi anak-anak yang diyakini dapat memberikan ilmu lebih detail dan terperinci yang disesuaikan dengan materi pembelajaran disekolahnya.

Melihat hal ini, saya mengambil peluang kekhawatiran orang tua murid yang ada untuk membuka bimbingan belajar bagi anak-anak dijenjang pendidikan TK, SD, dan SMP. Adapun nama bimbingan belajar yang saya dirikan yaitu Fun and Learning Station. Dalam hal ini branding dan komunikasi pemasaran memiliki peranan yang penting dalam keberlangsungan bimbingan belajar yang saya jalani saat ini.

Tujuan Project

Dalam membangun sebuah brand dalam suatu produk ataupun jasa terdapat tujuan didalamnya, begitupula dengan project yang saya sedang jalankan. Bimbingan Belajar (BB) memegang tugas dan tanggung jawab yang penting untuk mengembangkan lingkungan belajar bagi anak dan membangun interaksi yang dinamis antara peserta didik dengan lingkungan belajar dan sesama serta memberikan warna baru bagi peserta didik dalam kegiatan belajar yang dapat mengembangkan, merubah dan memperbaiki perilaku yang mungkin kurang baik di sekolahnya. Layanan yang diberikan dalam bimbingan belajar diharapkan membantu peserta didik dalam belajar, pengenalan diri, dan pengenalan lingkungan serta memberikan arahan terhadap perkembangan peserta didik, tidak hanya untuk peserta didik yang bermasalah tetapi untuk seluruh peserta didik.

Ditengah pandemik yang sedang terjadi, bimbingan belajar tidak hanya yang sifatnya umum, bimbingan belajar di luar sekolah bisa juga dengan les privat (LP). Les private ini biasanya hanya dikelola oleh perorangan tanpa melibatkan orang banyak, yaitu dengan mendatangkan seorang guru (tutor) ke rumah.  Sebelum adanya pandemik covid 19, orang tua yang mengambil les jenis private ini adalah orang tua yang merasa anaknya kurang memiliki fokus jika melakukan bimbingan belajar yang sifatnya umum, dikarenakan jumlah anak dalam kegiatan bimbingan belajar umum bisa tiga hingga empat orang dalam sau kelas per satu sisi. Sedangkan private satu anak, satu guru per satu sesi, sehingga lebih terfokuskan dalam materi pengajaran. Ditengah pandemi sekarang ini, kegiatan bimbingan belajar baik itu secara umum maupun private yang saya dirikan semuanya dilakukan secara online. Brand sangat diperlukan dalam hal ini, dimana dengan brand yang menarik dan terlihat menyenangkan bagi anak-anak, akan memunculkan image bahwa bimbingan belajar yang saya dirikan memiliki karakteristik yang menyenangkan dan tidak membosankan dalam belajar, terlebih untuk anak-anak yang mulai jenuh dengan sekolah online. Dengan pembelajaran yang menyenangkan, saya yakin anak-anak akan lebih antusias, santai, respontif, dan leluasa dalam menanyakan semua materi yang belum dipahami.

 Object Branding / Project

Nama Brand serta Filosofi Brand

Nama brand yang saya pakai yaitu Fun and Learning Station. Adapun filosofi brand yang saya miliki yaitu :

  1. Fun , memiliki arti dalam bahasa Indonesia yaitu menyenangkan. Kata fun dalam brand memiliki harapan dan menunjukkan bahwa sistem pengajaran yang diberikan oleh pengajar dibimbingan belajar akan menyenangkan bagi anak-anak.
  2. Learning, memiliki arti dalam bahasa Indonesia yaitu belajar. Kata learning dalam brand memiliki maksud yaitu tidak hanya bermain dan menyenangkan tetapi juga terdapat ilmu dan pengetahuan yang didapatkan oleh anak-anak selama pembelajaran berlangsung. Tidak hanya pembelajaran materi sekolah yang didapat tetapi dari segi karakter yang baikpun didapatkan oleh anak-anak selama belajar.
  3. Station, kata ini saya terinspirasi dari sebuah kereta, dimana semakin banyaknya gerbong pada kereta akan semakin banyak penumpang yang dibawa hingga tujuan, dan stasiun kereta sebagai awal dan akhir dari sebuah tujuan kereta tersebut. Harapan saya, sebagai lembaga bimbingan belajar diluar sekolah, dengan belajar yang menyenangkan dapat membawa dan menghantarkan anak-anak menuju cita-cita dan prestasi yang mereka harapkan yang saya lambangkan dengan station.

Visi dan Misi Brand

            Brand yang saya miliki yang bergerak dalam bidang pendidikan yaitu Fun and Learning Station dengan logo brand yang telah saya buat yaitu:

Visi Brand

Adapun visi brand yang saya miliki yaitu :

“Menjadi Lembaga Bimbingan Belajar Terpercaya, Profesional, Unggul dan Menyenangkan.”

Misi Brand

Misi dalam brand yang saya miliki yaitu :

  1. Mewujudkan sistem belajar mengajar diluar sekolah yang menyenangkan.
  2. Mendidik anak-anak untuk tidak hanya unggul dalam materi pendidikan tetapi juga berkarakter yang baik.
  3. Meningkatkan kemitraan sekaligus menjadi mitra generasi disetiap generasi.

Elements of Branding

Keller (2013) menyatakan terdapat brand elements yang terdiri dari sebagai berikut:

Brand Name

Pemilihan nama untuk sebuah merek merupakan sebuah hal yang penting untuk membentuk persepsi atau pandangan publik. Hal ini bertujuan untuk membentuk sebuah trade mark atau asosiasi sebuah produk atau jasa dengan cara yang efektif.  Pemilihan nama merek yang telah saya bangun yaitu Fun and Learning Station,selain dikarfenakan filosofi yang telah tertera di penjelasan sebelumnya pemilihan nama Fun and Learning dilakukan dengan tujuan untuk membedakan diri dari bimbingan belajar lain nya supaya menonjolkan suatu stigma yang mengarah sesuai dengan namanya yaitu belajar dengan cara atau metode yang menyenangkan. Biasanya nama bimbingan belajar bersifat serius dan kaku sedangkan fun and learning station terdengar lebih friendly dan menyenangkan dimana menurut saya hal itu merupakan suatu point plus dan mendapatkan esensi brand name yang baik karena menjadi suatu trade mark yang unik dan mudah untuk diingat oleh masyarakat atau calon nasabah.

Logos and Symbols

Logo merupakan sebuah elemen merek yang membuat brand tersebut dapat menjadi lebih menarik dengan adanya penyampaian ekspresi yang ingin disampaikan oleh perusahaan melalui bentuk visual seperti warna, bentuk, gambar dan tulisan agar dapat mudah diingat oleh publik. Dalam elemen ini, masih berkesinambungan dengan brand name. logo yang saya gunakan adalah gambar kereta yang warna warni dengan stasiun serta skema pewarnaan yang cerah, menyenangkan dan mudahdiingat serta juga dengan art style yang seperti digambar oleh anak-anak dengan tujuan untuk menonjolkan bahwa brand saya ini memang ditujukan untuk belajar dengan lingkungan dan metode yang menyenangkan. Selain itu arti daripada warna dan gambar yang ada pada logo sesuai dengan penjelasan yang ada pada filosofi brand saya yaitu, kereta yang melambangkan kami Fun and Learning station yang akan berusaha untuk dapat mengantarkan anak-anak dalam perjalanan mereka menuntun ilmu dengan sebaik mungkin dengan harapan dapat mengantarkan mereka pada titik yang diharapkan oleh orangtua mereka sambil mengajarkan soal sikap dan norma yang baik dengan harapan mereka dapat menerapkan semua ilmu dan norma yang telah diterima di kelak hari nanti. Kemudian stasiun yang melambangkan kami sebagai suatu wadah yang akan menampung semua harapan dan aspirasi daripada anak-anak dan orangtua yang bergabuyng dengan kami.

Characters

Karakter merupakan bentuk khusus dari sebuah symbol yang memiliki karakteristik animasi, manusia, maupun kehidupan nyata. Tujuan dari diciptakannya karakter yaitu sebagai ciri khas untuk membedakan suatu merek dengan merek lainnya yang sejenis, selain itu karakter juga dapat menciptakan brand awareness serta mengkomunikasikan asosiasi merek yang ingin dibangun. Saat ini Fun and Learning belum memiliki karakter atau mascot yang menjadi symbol baginya. Namun apabila akhirnya saya membuat keputusan untuk membuat sebuah karakter atau mascot, tetap akan berangkat dari design kereta yang akan dibuat lebih menarik dan dapat mensimbolkan semua filosofi dan harapan yang saya tempatkan pada brand Fun and Learning Station

Slogans

Slogan merupakan frasa singkat yang dapat mengkomunikasikan informasi deskriptif atau persuasif terhadap suatu merek. Pembentukan slogan bertujuan untuk memperkuat nama dan simbol merek, menghilangkan ambiguitas, serta dapat membangun asosiasi merek. Sama halnya dengan karakter atau mascot, saat ini fun and learning station belum memiliki suatu slogan. Namun apabila akan dibuatkan slogan saya akan mendasari slogan itu pada nilai kekeluargaan yang aman dan fun dan sebuah system pembelajaran yang fun dan menarik sehingga baik mitra kerja maupun yang bergabung dengan kami dapat mengerti bahwa brand ini dijalankan dengan dasar itu.

Jingles

Jingles merupakan sebuah pesan yang diiringi dengan musik untuk mempermudah dalam mengingat di benak dan pikiran publik secara permanen terkait sebuah brand. Jingles adalah alat pencitraan merek yang penting. Pada jingles biasanya sering terjadi pengulangan nama merek yang dikemas secara menarik sehingga mudah diingat oleh publik. Saat ini Fun and Learning Station belum memiliki jingle diokarenaka belum ada ketertarikan ataupun adany keperluan untuk dibuatkan pemasaran di media televise (karena jingle biasanya diasosiasikan dengan pengiklanan media televise) namun dengan seiring berjalan nya teknologi advertising yang dilakukan lewat media ataupun platform online juga memerlukan jingle, jadi apabila nanti diperlukan advertising dengan budget yang besar, Fun and Learning Station akan membuat jingle yang sifatnya fun dengan nada-nada mayor serta style yang soft seperti fun ballad yang juga menggunkana triad atau nada yang repetitive dengan tujuan mudah diingat dan fun

Packaging

Packaging merupakan sebuah wadah atau pembungkus sebuah produk yang diciptakan dan diproduksi oleh perusahaan yang bertujuan untuk melindungi produk agar tetap aman, tidak rusak dan terjaga kualitasnya, memberikan informasi terkait produk, serta untuk memudahkan publik dalam mengidentifikasi sebuah merek. Pada umumnya, dengan adanya tampilan kemasan yang unik dapat membentuk asosiasi merek kepada konsumen. Terkait dengan packaging, karena saya bergerak dibidang jasa sehingga tidak memiliki packaging.

Adapun sejumlah kriteria luas berguna untuk memilih dan merancang elemen merek untuk membangun ekuitas merek (Keller 2003), yaitu :

  1. Memorability : Elemen merek yang membantu mencapai tingkat kesadaran merek yang tinggi atau perhatian terhadap merek, yang pada gilirannya memfasilitasi pengenalan dan penarikan kembali suatu merek selama pembelian atau konsumsi. Dalam elemen ini F&L menggunakan ilustrasi kereta dan stasiun kereta yang selain memilikiarti filsafat namun juga sebagai suatu hal yang memorable karena di ilustrasikan dengan warna-warna yang cerah juga seperti digambar oleh anak sehingga dapat memberikan kesan yang fun serta juga mudah untuk diingat sehingga dapat berkontribusi dalam elemen memorability
  2. Meaningfulness : Di sini pemasar perlu memastikan bahwa elemen merek bersifat deskriptif dan menyarankan sesuatu tentang kategori produk merek. Hal ini penting untuk mengembangkan kesadaran dan pengakuan terhadap merek dalam kategori produk tertentu.

Kedua, elemen merek juga perlu memiliki makna persuasif dan menyarankan sesuatu tentang manfaat dan atribut merek tertentu. Ini diperlukan untuk menentukan posisi merek dalam kategori tertentu. Sesuai dengan nama yang ditetapkan untuk Fun and Learning station, sebagai lembaga bimbingan belajar kami berdiri sebagai suatu brand yang menawarkan jasa yang menitik beratkan perhatian kami tidak hanya pada pembelajaran akademis saja namun juga dalam pembentukan karakter dari setiap murid yang bergabung dengan kami. Dengan tujuan untuk membentuk dan mengembangkan sektor logis anak namun juga pada sikap anak supaya dapat berkontribusi secara positif kepada lingkungan manapun anak itu berada

  1. Likability : Elemen Merek harus secara inheren menyenangkan, menarik, penuh warna dan tidak harus selalu berhubungan langsung dengan produk.

Elemen merek yang mudah diingat, bermakna, dan disukai memudahkan untuk membangun pengenalan merek dan ekuitas merek, sehingga mengurangi beban pemasar dan dengan demikian mengurangi biaya komunikasi pemasaran. Implementasi elemen ini pada brand saya adalah, memperkuat hubungan kekeluargaan baik itu terhadap murid maupun terhadap orangtua murid. Dengan adanya komunikasi yang baik kami menciptakan sebuah komunikasi yang bersifat kekeluargaan sehingga kami dapat memenuhi keinginan daripada orangtua untuk anak serta anak kepada orangtua. Contoh : orangtua daripada murid menginginkan anaknya untuk mendapatkan nilai yang baik sedangkan anak ingin mengembangkan bakatnya kea rah seni. Jadi kami berusaha semaksimal mungkin untuk dapat membantu anak mendapatkan nilai terbaik. Juga mengkomunikasikan kepada orangtua bahwa anaknya memiliki minat dan bakat terhadap seni dan mengkomunikasikan hal tsb supaya adanya pengertian antara anak dan orangtua.

  1. Transferablity : adalah sejauh mana elemen merek dapat menambah ekuitas merek pada produk baru dari merek tersebut dalam perluasan lini. Hal lain yang perlu diingat oleh seorang pemasar adalah bahwa elemen merek harus dapat menambah ekuitas merek melintasi batas-batas geografis dan segmen pasar. Misalnya, nama merek seperti “Apple”, “Blackberry” mewakili buah-buahan di seluruh dunia, sehingga sebagai nama merek tidak membatasi merek dan ekstensi produk. Dalam implementasi elemen ini pada F&L, rencananya dalam beberapa Tahun kedepan F&L akan membuka kelas-kelas yang non akademis seperti kelas seni rupa, seni music serta prakarya untuk anak TK ataupun kelas-kelas lain yang bersifat non akademis untuyk dapat melakukan ekspansi yang sekiranya dapat membantu anak-anak yang nantinya akan bergabung dengan F&L nantinya
  2. Adaptability : Pendapat, nilai, dan pandangan konsumen terus berubah selama periode waktu tertentu. Semakin banyak elemen merek yang dapat beradaptasi dan fleksibel, semakin mudah untuk terus berubah dan up to date dari waktu ke waktu agar sesuai dengan keinginan dan pandangan konsumen. Misalnya, Coca-Cola telah memperbarui logonya selama bertahun-tahun untuk mengikuti tren, mode, dan opini terbaru. Implementasi elemen ini dalam brand saya adalah, kemungkinan dengan seiring berjalan nya jaman dan teknologi brand sdaya akan mengikuti beberapa metode pengajaran yang sifatnya adalah video learning dimana akan dilakukan dengan cara merekam sebuah sesi kegiatan mengajar dan mengunggahnya kedalam sebuahg platform yang dapat diakses kapanpun secara gratis kemudian mungkin akan juga membuat website sendiri agara video-video tersebut dapat di unggahkan ke website saya, karena dapat tidak hanya berperan sebagai sebuah cara untuk adapt dengan competitor namun juga sebuah portofolio yang dapat disaksikan secara public dan nantinya bias menjadi salah satu cara untuk saya mendapatkan traffic untuk kelangsungan brand saya
  3. Protectability : kriteria terakhir dalam memilih elemen merek adalah harus dapat dilindungi secara hukum dan kompetitif. Elemen merek perlu dipilih sedemikian rupa, sehingga dapat dilindungi secara hukum secara internasional, terdaftar secara hukum pada badan hukum. Pemasar harus gigih mempertahankan merek dagang mereka dari pelanggaran persaingan yang tidak sah. Dalam implementasi elemen ini, secara legal dan hokum sepertinya F&L belum memerlukan adanya Protectability namun, mungkin kedepan nya F&L akan berusaha mendapatkan lisensi sebagai bimbingan belajar yang diakui Negara dengan cara mengajukan lisensi dari KEMENDIKBUD agar kami dapat dukungan untuk beroperasi secara standar Negara.

Segmentasi Pasar

Menurut Kotler dan Armstrong (2006: 226) mengatakan terdapat empat variabel utama yang bisa digunakan sebagai dasar-dasar pengelompokkan pasar yaitu variabel demografi, geografi, psikografi, dan perilaku. Kasali (2001: 119) mendefinisikan segmentasi pasar sebagai suatu proses untuk membagi-bagi atau mengkelompok-kelompokkan pasar yang heterogen ke dalam kelompok-kelompok ”potential customer”, yang memiliki kesamaan kebutuhan dan atau kesamaan karakter yang memiliki respon yang sama dalam membelanjakan uangnya.

Adapun segmentasi pasar pada Fun and Learning Station yaitu :

  1. Demografis

Mendasarkan pada atribut pribadi audiens seperti :

  • Usia : orang tua yang memiliki anak 5-15

  tahun (Usia TK-SD-SMP)

  • Jenis kelamin : laki-laki dan perempuan
  • Pekerjaan : pengusaha dan karyawan
  1. Geografis

Mendasarkan segmentasi pelanggan berdasar :

  • Negara : Indonesia
  • Kota : Jakarta Pusat, Jakarta Utara dan Jakarta Selatan

Target Pasar

Berdasarkan segmentasi yang telah ditentukan sebelumnya, adapun target pasar dari Fun and Learning Station, yaitu orang tua murid dan anak-anak yang bersekolah pada tingkat SD, SMP dan SMA. Target pasar terbuka cukup luas karena tidak hanya sekolah swasta saja melainkan negeri, swastas, nasional plus dan internasional.

Tools / Media Marketing

Media marketing adalah media yang digunakan perusahaan untuk memasarkan produk atau jasanya. Media marketing saat ini yang sering digunakan yaitu digital marketing dan social media marketing. Terdapat perbedaan antara digital marketing dan media sosial marketing. Digital marketing merupakan salah satu teknik berbisnis untuk melakukan promosi untuk produk barang dan jasa dengan menggunakan segala jenis dari saluran digital yang ada. Dalam digital marketing terdapat 2 komponen penting yaitu internet marketing dan non-internet.

Pada digital marketing untuk internet marketing dapat berupa Web, SEO, SEM, smartphonemobile marketeremail marketing, iklan banner online dan juga menggunakan media sosial, sementara untuk yang non-internet dapat berupa televisi, radio, SMS, billboard digital. Sementara itu untuk media sosial marketing ini sendiri merupakan proses mempromosikan barang dan jasa melalui segala saluran media sosial seperti Facebook, Twitter, Instagram, Pinterest, Youtube dan masih banyak lagi lainnya. Dalam bisnis yang saya bangun, saya lebih menggunakan pemasaran melalui media sosial dan komunikasi pemasaran word of mouth. Saya menggunakan sosial media instagram dan untuk memasarkan les private yang saya bangun. Dengan melakukan iklan di instagram tentunya memperluas cakupan untuk memperoleh murid-murid baru yang akan bergabung dengan les kami. Awal mula berdirinya Fun and Learning Station, pemasaran yang saya lakukan menggunakan word of mouth. Dimana beberapa orang tua murid yang saya pegang pada awal berdiri menceritakan tentang perkembangan dan kemajuan anaknya dalam pelajaran ketika les bersama saya. Untuk itu hingga saat ini saya masih mempertahankan metode pemasaran word of mouth dengan terus meningkatkan kualitas pengajaran dan pelayanan terhadap anak-anak les saya, sehingga melalui review mereka akan terus mengembangkan bisnis saya ini.

Diawal tahun ajaran baru ini, saya sudah mendesign brosur untuk memasarkan bisnis saya lebih luas lagi. Rencana saya akan sebarkan brosur ini satu atau dua minggu sebelum awal tahun ajaran dimulai, namun apa boleh buat, dikarenakan PPKM di Jakarta diperketat kembali, akhirnya saya hanya menyebar brosur secara online menggunakan jasa paid promote yang terpercaya dan saya yakini akan dapat membantuk pemasaran bisnis saya. Perlu saya tekanankan disini, bahwa media sosial yang saya gunakan bukan semata-mata tempat promosi tapi juga untuk bersosialisasi, dimana sebulan-sekali saya adakan live ig untuk sharing atau berbagi cerita, Tanya jawab dengan anak-anak sceara luas.

Brand Equity

            Dalam brand equity terdapat 5 elemen dasar yang F&L dapat terapkan yaitu :

  1. Brand Awareness

Pada tahap brand awareness atau kesadaran,  brand    F&L mengenalkan dirinya kepada target pasar. Caranya beragam, mulai dari iklan, acara, hingga pameran. F&L menggunakan metode pengenalan jasa melalui iklan di media sosial yaitu Instagram dan Whatsapp. Untuk kedepannya, F&L akan menggunakan influencer yang tepat di dunia pendidikan untuk mempromosikan F&L.

  1. Brand Association

Di tahapan ini, calon customer sudah mulai menghafal brand F&L. Lebih jauh lagi, mereka akan mulai mempelajari kualitas jasa pengajaran yang ditawarkan. Untuk itu, F&L menyiapkan dan memberikan informasi secara nyata terhadap customer terkait keunggulan dari private F&L, sehingga mereka mempercayai jasa bimbingan belajar private dari F&L.

  1. Perceived Quality

Perceived quality erat kaitannya dengan kesan pelanggan terhadap layanan. Untuk mendapatkan kesan positif, F&L perlu memperkuat kualitas dan customer experience. F&L perlu membuat standard pengajaran yang sama terhadap seluruh pengajar jika melakukan franchise sehingga kesan pelanggan terhadap layanan pengajaran F&L tidak berubah bahkan semakin baik lagi.

  1. Brand Loyalty

Kualitas brand yang sudah dirasakan baik oleh konsumen akan memantik loyalitas dalam diri konsumen F&L. Sebab, mereka sudah percaya pada brand F&L. Ini berarti, brand loyalty dan brand equity adalah dua hal yang tak terpisahkan. Loyalitas konsumen akan mengantar mereka pada brand equity yang baik pula. Alhasil, customer F&L tidak mudah berpaling ke lain brand, tetapi justru menjadi promosi word of mouth bagi F&L Dengan adanya brand loyalty ini F&L mampu mempertahankan kualitas jasa yang sudah bahkan mengembangkannya untuk menjadi lebih baik lagi.

  1. Proriety Brand Assets

F&L perlu memperluas brand asset dalam mempertahankan brand equity. Adapun cara yang akan dilakukan oleh F&L dalam memperluas propriety brand assets yaitu memiliki hak paten terhadap nama dan logo merek, menjalin partnership, serta rutin melahirkan inovasi baru.

Brand Personality

Ada 5 tipe utama brand personality yang sering digunakan brand-brand pada umumnya, yaitu:

  1. Excitement: Bersifat bebas, semangat, dan biasanya cocok untuk generasi muda.
  2. Sincerity: Bersifat positif, membawa kebaikan, dan arahnya cenderung pada nilai-nilai kekeluargaan.
  3. Ruggedness: Tangguh, atletik, aktif.
  4. Competence: Sukses, berpengaruh, dan berkesan kepemimpinan.
  5. Sophistication: Elegan, mahal, bergengsi

F&L memiliki tipe brand personality sincerity. Personality kekeluargaan sangat dijunjung tinggi dalam F&L. Bukan sebatas murid dan guru tetapi juga seperti layaknya adik dan sahabat bagi murid.

Kesimpulan

Brand merupakan hal yang penting dalam sebuah perusahaan baik itu bergerak dibidang jasa atau produk. Tanpa adanya brand yang baik akan sulit bagi suatu perusahaan untuk mengembangkan brand strategy terlebih dalam menghadapi perubahan kebutuhan dan keinginan masyarakat yang semakin berubah-ubah dan diiringi dengan perkembang teknologi pula. Fun and Learning Station merupakan merek usaha yang bergerak dibidang jasa pendidikan. Dengan terus mengembangkan brand strategy yang baik, menganalisis SWOT dan melihat perubahan target pasar, saya meyakini bahwa Fun and Laerning Station akan semakin berkembang lagi.

Brand element juga menjadi hal penting untuk menarik konsumen terhadap sebuah produk atau jasa. Melalui brand element sebuah perusahaan ataupun merek akan lebih dikenali dan tertanam dibenak konsumen. Untuk itu, Fun and Learning Station sangat memikirikan setiap brand element yang ada dan terus melakukan pembugaran baik itu dari segi logo atau brand elements lainnya. Saya meyakini bahwa dengan brand element yang ada diiringi dengan marketing yang baik pada Fun and Learning Station dapat menarik konsumen untuk mempercayai jasa yang F&L berikan.

Daftar Referensi

Bolton et al (2005), Marketing Renaissance: Opportunities and Imperatives for Improving Marketing Thought, Practice and Infrastructure, Journal of Marketing, Vol 69, h 1-25

Haroen, Dewi. 2014. Personal Branding. Jakarta: PT Gramedia

Kasali, R. 2001. Membidik Pasar Indonesia Segmenting, Targeting dan Positioning. Gramedia. Jakarta

Kotler, Philip. 2001. Manajemen Pemasaran 1. Milenium ed. Jakarta: PT Prenhallindo

Kotler, Philip dan Gary Armstrong. 2008. Prinsip-Prinsip Pemasaran. Edisi Keduabelas. Jilid Pertama. Erlangga. Jakarta

Kotler, P, dan Keller K L. 2008. Manajemen Pemasaran. PT. Indeks. Jakarta.

Kotler, Philip. Kevin Lane Keller. 2009. Marketing Management, 13th edition. New Jersey: Prentice Hall

Kotler, Philip dan Kevin Lane Keller. 2009. Manajemen Pemasaran. Jilid 1. Edisi Keduabelas. Indeks. Jakarta

Mardikaningsih, Rahayu dan Ella Anastasya Sinambela. 2016. Perananan komunikasi merek, citra merek dan kepercayaan merek terhadap kesetiaan merek. Jurnal Ilmu Manajemen, Volume 2, Nomor 1, Maret 2016

Oscario, Angela. (2013). Pentingnya peran logo dalam membangun brand. Jurnal Desain Komunikasi Visual, School of Design, BINUS University.Vol.4 No.1 April 2013: 191-202

Rustan, S. (2009). Mendesain logo. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Schultz DC and Barnes BE 1999. Strategic Brand Communication Campaigns. USA: NTC Bussiness Books