Projek Branding: “Explore Ranca Upas“

Brand “Explore Ranca Upas“ Collect Moments Not Things Oleh Riezca Kartika Dara Aprilina, Mahasiswi Master of Strategic Marketing Communication Program Studi Magister Ilmu Komunikasi-BINUS Graduate Program, Dosen Pembina: Dr. Muhammad Aras, S. Pd., M. Si. & Tim Pengajar

Latar Belakang Project

Perusahaan yang bergerak di bidang jasa lebih mengutamakan kepada pelanggan yang menggunakan jasa atau produk pada perusahaan tersebut. Semakin ketatnya persaingan bisnis menyebabkan pelangan memiliki lebih banyak alternatif produk, harga dan kualitas yang bervariasi, sehingga pelanggan akan selalu mencari nilai bidang produk atau jasa haruslah dapat mempertahankan reputasi yang baik di mata pelanggannya. Kualitas pelayanan yang baik dan berkualitas akan cenderung memberikan kepuasan yang dianggap paling tinggi dari beberapa produk (Kotler, 2005).

Menurut Kotler dan Amastrong (2012), “Marketing as the process by which companies create value for customers and build strong customer relationships in order to capture value from customers in return”, artinya menyatakan bahwa pemasaran sebagai proses dimana perusahaan menciptakan nilai bagi pelanggan dan membangun hubungan pelanggan yang kuat untuk menangkap nilai dari pelanggan sebagai imbalan.

Pengalaman perjalanan mulai berkembang menjadi isu utama sebagai topik penelitian pada tahun 1960-an (Uriely, 2005). Kemudian menjadi semakin popular dalam literatur ilmu sosial pada tahun 1970-an (Quan & Wang, 2004). Pada tahun 1990-an, para peneliti mulai menggunakan pendekatan penelitian berbasis pengalaman dalam upaya mengembangkan pemahaman yang lebih baik tentang pengalaman wisata (Andereck et al., 2006).  Pengalaman perjalanan mengacu pada paparan wisatawan dengan lingkungan pariwisata dan interaksi antara wisatawan dan penyedia layanan, melalui keterlibatan, persepsi dan partisipasi dalam acara atau kegiatan di tempat tujuan (Sangpikul, 2018).

Menurut hasil ETC study (2006) menunjukan bahwa dengan mengunjungi lebih banyak tempat atau destinasi, maka wisatawan menjadi lebih banyak mendapatkan pengalaman, serta kebutuhan mereka akan pengalaman perjalanan yang baru juga bertambah. Sehingga hal tersebut akan berdampak pada semakin banyaknya permintaan dari wisatawan akan pengalaman baru ketika berkunjung kesuatu destinasi lalu mereka akan mencari pengalaman yang lebih dalam dan lebih signifikan.

Sektor pariwisata di Indonesia merupakan salah satu bentuk usaha yang dapat berkembang pesat, karena Indonesia memiliki lokasi yang strategis untuk industri ini. Dapat kita ketahui bahwa sektor pariwisata memiliki peranan penting dalam meningkatkan devisa negara. Industri pariwisata sendiri terbagi menjadi beberapa jenis, salah satu usaha dalam bidang pariwisata yang dapat memberi banyak keuntungan bagi pelaku usaha adalah usaha travel atau biro perjalanan. Kota di Indonesia yang berpotensi sebagai tempat wisata dan memiliki keunikan dalam menarik para wisatawan diantaranya yaitu Bandung.

Perkembangan Bandung makin lama makin pesat dan meluas. Salah satunya adalah di wilayah Ranca Upas atau Kampung Cai Ranca Upas adalah salah satu bumi perkemahan di Bandung, Jawa Barat, Indonesia. Faktor penunjang untuk memudahkan berwisata di Bandung yaitu dengan adanya transportasi dan akomodasi yang memadai, seperti tersedianya perusahan jasa travel sebagai sarana untuk lebih mengetahui informasi berbagai tempat di wisata Bandung.

Explore Ranca Upas merupakan badan usaha yang bergerak di bidang jasa travel tujuan Ranca Upas. Biro jasa perjalanan ini menghandle kegiatan-kegiatan pariwisata dalam bentuk grup dan juga perorangan. Berdasarkan penjelasan tersebut, penulis bertujuan untuk membuat jasa travel tersebut, dan membuat paket wisata dan media promosi brosur yang belum dimiliki jasa travel lainnya. Brosur yang dibuat oleh penulis digunakan sebagai media promosi yang didalamnya akan memuat tentang perusahaan dan produk jasa apa saja yang ada di Explore Ranca Upas, dimana brosur ini dikemas secara menarik dengan harapan dapat meningkatkan penjualan produk paket wisata di Explore Ranca Upas.

Tujuan Project

Berikut tujuan dilakukannya project jasa travel Explore Ranca Upas adalah sebagai berikut:

  • Menghibur para wisatawan untuk menikmati pemandangan dan jauh dari kesibukan hiruk pikuknya Ibu Kota, sehingga dapat mennurunkan risiko depresi dari rutnitas sehari-hari.
  • Membentuk persepsi masyarakat, membangun rasa percaya measyarakat kepada brand dan membangun rasa cinta masyarakat kepada
  • Mengetahui bagaimana cara membuat sebuah bisnis dengan mempelajari target market, membentuk citra serta meningkatkan brand image sebuah produk atau perusahaan secara keseluruhan.

Objek Branding

Elements of Branding

Berikut penulis menentukan Brand elements yang terdapat pada Explore Ranca Upas, sebagai berikut:

  • Brand Name
  • Explore istilah kata dalam Bahasa Indonesia adalah “Jelajahi”.
  • Ranca Upas atau Kampung Cai Ranca Upas adalah salah satu bumi perkemahan di Bandung, Jawa Barat, Indonesia. Terletak di Jalan Raya Ciwidey Petanggang KM. 11, Alam Endah, Ciwidey Kabupaten Bandung, denga jarak sekitar 50 KM dari pusat Kota Bandung.
  • Explore Ranca Upas adalah sebuah brand nama apabila diartikan menjadi jelajahi Ranca Upas. Jasa travel tersebut, mengajak para wisatawan untuk dapat mengexplore tempat wisata lainnya pada wilayah tersebut, seperti Situ Patenggang dan juga dapat menikmati pemandangan sambal menaiki perahu dikisaran sungai Situ Patenggang.
  • Ranca Upas memiliki luas arena sekitar 215 hektar. Ranca upas juga merupakan salah satu kawasan hutan lindung di Bandung. Suhu rata-rata di Ranca Upas sekitar 17-20 derajat Celsius.
  • Logo

Mengetahui arti warna pada makna logo adalah penting, karena sejak lama dikeahui bisa memberikan pengaruh positif terhadap psikologi, emosinal serta cara bertindak manusia. Warna juga menjadi bentuk komunikasi non verbal yang bisa mengungkapkan pesan secara instan dan lebih bermakna yang sering digunakan para komunikasi visual yang handal untuk tujuan branding, sales/penjualan serta marketing perusahaan.

Gambar 1 Logo “Explore Ranca Upas”

 Pada penjelasan logo dan warna “Explore Ranca Upas” yaitu sebagai berikut:

Logo terdiri dari lambang kepala Rusa yang mengartikan bahwa Ranca Upas identik dengan binatang Rusa. Untuk pemilihan warna hitam pada logo mengartikan ketegasan, professional dan kredibilitas sebuah jasa Explore Ranca Upas.

  • Slogans

“Collect moments not things”, dalam slogan tersebut para wisatawan dimaksud agar dapat menciptakan moment dari setiap perjalanan yang dijelajahi. Bagi para wisatawan pengalaman sangatlah berharga, untuk menikmati pemandangan dan berinteraksi langsung dengan Rusa di Ranca Upas merupakan moment bagi wisatawan untuk mempunyai keunikan tersendiri. Maka dari itu, slogan tersebut diciptakan bagi wisatawan untuk dapat enjoy dengan moment di Ranca Upas.

 Target Market

Adapun yang menjadi target market pada Explore Ranca Upas adalah Pria dan Wanita, Anak-anak, orang dewasa. Kisaran usia 5 s.d 50 Tahun.

Tools/ Media Marketing

Teknologi dan pemasaran sebagai hal yang dapat dikaitkan sebagai pola yang saling memberi keuntungan satu sama lain. Dalam pemasaran saat ini banyak brand yang rata-rata semuanya melakukan iklan melalui media digital marketing. Menurut (Gary et al., 2008) pemasaran adalah mengelola hubungan pelanggan dengan menguntungkan. Tujuan ganda dari pemasaran adalah untuk menarik pelanggan baru dengan menjanjikan nilai superior dan mempertahankan pelanggan saat ini dan tumbuh dengan memberikan kekuasaan.

Menurut Chaffey & Mayer (2009) e-marketing digital atau Digital Marketing adalah pemasaran yang memiliki lingkup lebih luas karena mengacu pada media digital seperti web, e-mail dan media nirkable, tetapi juga meliputi pengelolaan data pelanggan digital, dan juga bagaimana internet dapat digunakan bersama dengan media tradisional untuk memperoleh dan memberikan layanan kepada pelanggan.

Dalam Jurnal (Hidayat & Tobing, 2021) di katakan bahwa pemasaran dengan digital marketing mempunyai kaitan yang sangat kuat. jika seseorang mulai mengeksplorasi bisnis pemasaran melalui internet ia akan segera menemukannya bahwa daripada mencari beberapa pelanggan, dia sekarang akan memiliki kemampuan untuk mencapai jutaan pelanggan dari pendekatan global dan kelompok yang lebih spesifik dan juga dari pelanggan yang lebih dekat dengannya juga, daya tarik juga lebih luas daripada bisnisnya yang di miliki sebelumnya. Dia bisa menggunakan media sosial sebagai pasar, dan juga memiliki pasar yang ditargetkan.

Pada Explore Ranca Upas, penulis akan menggunakan media sosial untuk melakukan promosi jasa travel tersebut, media sosial yang banyak digunakan saat ini oleh masyarakat umum adalah Instagram.

Gambar 2 Instagram “Explore Ranca Upas”

 Adapun penggunaan media sosial Instagram pada tools yang digunakan penulis dapat membantu bisnis untuk menemukan konsumen dan melakukan proses pemasaran dengan menyajikan informasi kepada konsumen dalam waktu yang singkat. Kini dengan adanya media sosial, penyampaian infromasi kepada konsumen menjadi lebih mudah dan cepat. Saat akan menggunakan media sosial bisnis, khususnya untuk membagikan informasi megenai bisnis, cukup klik tombol “share” pada setiap media sosial yang digunakan.

Kesimpulan

            Jasa travel di Indonesia mengalami perkembangan dan pertumbuhan yang pesat, seiring dengan kemajuan industri jasa travel. Komponen industri pada jasa tersebut mencakup, akomodasi, transportasi, biro perjalanan wisata, dan pemandu wisata. Setiap komponen jasa travel berupaya menerapkan strategi bersaing untuk menarik wisatawan melalui produk yang dimilikinya. Strategi komunikasi pemasaran terpadu meliputi tujuh aspek yakni segmentasi pasar, perilaku konsumen, branding, positioning, harga tempat (distribusi), promosi penjualan dan pelayanan pelanggan.

Berdasarkan dari uraian yang telah dibahas, Explore Ranca Upas adalah jasa travel penyedia hiburan untuk wisatawan yang ingin mengexplore Ranca Upas, secara kelompok atau perorangan. Strategi branding yang digunakan masih membutuhkan banyaknya promosi dikarenakan Explore Ranca Upas memiliki banyak kompetitor yang sudah handal pada perusahaan yang bergerak dibidang yang sama.

Promosi yang harus dilakukan oleh Explore Ranca Upas dimasa yang akan datang, diharapkannya melakukan strategi komunikasi pemasaran yang secara meluas. Explore Ranca Upas akan berusaha untuk meningkatkan kualitas pelayanan yang sangat berpengaruh terhadap kepuasan pelanggan dan akan mengembangkan tools seperti aplikasi atau website pribadi untuk memasarkan jasa travel tersebut, untuk mempermudah pelanggan sewaktu ingin berinteraksi di website Explore Ranca Upas, seperti informasi biaya perjalanan dan promo-promo bulanan lainnya. Sehingga besar harapan Explore Ranca Upas dapat berkembang dengan lebih luas dan dapat dikenal oleh banyak wisatawan.

Daftar Referensi

Aaker, David. (2000). Brand Leadership. Jakarta : Gramedia Pustaka Utama.

Amstrong, Gary & Philip, Kotler. (2012) Dasar-Dasar Pemasaran. Jilid I, Alih Bahasa Alexander Sindoro dan Benyamin Molan. Jakarta: Penerbit Prenhalindo

Andereck, Bricker, Kerstetter & Nickerson, N.P. 2006.Connecting experiences to quality: understanding the meanings behind visitors’ experiences. ( In Jennings, G. & Nickerson, N.P., eds Quality tourism experiences.Oxford: Elsevier Butterworth-Heinemann. p. 81-98.)

Aswin Sangpikul. (2018). The effects of travel experience dimensions on tourist satisfaction and destination loyalty: the case of an island destination“, International Journal of Culture, Tourism and Hospitality Research.

Butterick, Keith, 2014. Pengantar Public Relations, Teori dan Praktik. Rajawali Pers

Crainer, S., & Dearlove, D. 2003. The ultimate book of business brands: Insights from the worls’s 50 greatest brands. United Kingdom: Capstone.

Delgado,et al ,2003, Development and Validation of a Brand Trush Scale,International,Journal of Market Research, vol 45 No1,PP 35-34

Delgado-Ballester, Elena and Munuera-Aleman, J. L. (2005), Does Brand Trust Matter to Brand Equity?,Journal of Product and Brand Management. Vol.14, No.3

ETC (2006). Tourism Trends for Europe. Europian Travel Commision, Brussels.

Gelder, S.V. (2005). Global brand strategy. London: Kogan Page.

Keller, Kevin., Tony Aperia., Mats Georgson. 2008. Strategic Brand Management: A European Perspective. USA: Prentice Hall.

Keller, L. (1993). How to manage brand equity. Penerbit Gramedia Pustaka Utama, Jakarta

Kotler,  Philip.  2005. Manajamen  Pemasaran,  Jilid  1  dan  2.  Jakarta:  PT.  Indeks Kelompok Gramedia.

Kotler, Amstrong. 2001. Prinsip-prinsip pemasaran, Edisi keduabelas, Jilid 1. Jakarta: Erlangga

Kotler, Philip & Kevin Lane Keller (2006) “Marketing Management” Twelfth Edition, Pearson Kotler, Philip. ‘2001. Manajemen Pemasaran di indonesia Edisi Bahasa Indonesia. Jakarta: PT. Salemba Empat.

Kotler, Philip dan Gary Amstrong, 2006, Prinsip-Prinsip Pemasaran, Jilid 1, Edisi 12, Terjemahan: Bob Sabran, M.M, Jakarta: Erlangga

Kotler, Philip, Kevin Lane Keller. (2012). Marketing Management, 14th Edition United States of America : Pearson

Kotler, Philip., Keller, Kevin L. (2013). Manajemen Pemasaran, Jilid Kedua, Jakarta: Erlangga.

Philip Kotler, 2002, Manajemen Pemasaran, Edisi Millenium, Jilid 2, Prenhallindo, Jakarta

Quan, S. – Wang, N. (2004). Towards a Structural Model of The Tourist Experience : An Illustration From Food Experience in Tourism, Tourism Management. Vol. 25, pp 297-305.

Rangkuti , Freddy. 2009. Strategi Promosi yang Kreatif dan Analisis Kasus. Integrated Marketing Communication. Jakarta : PT Gramedia Pustaka Utama

Rangkuti, F. (2016). Analisis SWOT : Teknik Membedah Kasus Bisnis.

Rangkuti, Freddy, 2015. Analisis SWOT, Membedah Kasus Bisnis. Gramedia Pustaka Utama

Schiffman & Kanuk. (2007). Perilaku Konsumen. Edisi Kedua. Jakarta: PT. Indeks Gramedia.

Schultz dan Barnes, strategic Brand Communication Campaign, Chicago: NTC Business Books, 1999: 144

Suryatama, Erwin 2014. Lebih memahami Analisis Swot dalam Bisnis. Surabaya.Kata Pena

Uriely, N. (2005). The Tourist Experience: Conceptual Developments, Annals of Tourism. Vol. 32, No. 1, pp. 199-216